Jamkesnews – Buah zakar yang terlihat kendur sering menimbulkan kekhawatiran karena dianggap sebagai tanda penuaan, gangguan kesuburan, atau masalah kesehatan tertentu. Berkaitan dengan kesehatan reproduksi pria, BPJS Kesehatan Jateng mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan pada testis maupun skrotum, terutama jika disertai nyeri, pembengkakan, atau benjolan. Meskipun demikian, skrotum yang tampak lebih longgar umumnya merupakan respons alami tubuh terhadap suhu dan tidak selalu menandakan penyakit.

Perlu dipahami bahwa bagian yang tampak mengendur sebenarnya adalah skrotum, yaitu kantong kulit yang membungkus testis. Sementara itu, testis merupakan organ reproduksi yang berfungsi menghasilkan sperma dan hormon testosteron.

Meskipun umumnya normal, skrotum yang tiba-tiba membesar, terasa berat, nyeri, atau memiliki benjolan tetap perlu diperiksa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab buah zakar kendur dan cara mengatasinya dengan tepat.

Apakah Buah Zakar Kendur Termasuk Kondisi Normal?

Pada dasarnya, skrotum memang memiliki struktur yang lentur. Kelenturan tersebut membantu testis mempertahankan suhu yang sesuai untuk proses pembentukan sperma. Suhu di sekitar testis perlu sedikit lebih rendah dibandingkan suhu inti tubuh.

Ketika udara terasa panas, otot pada skrotum akan mengendur sehingga posisi testis menjauh dari tubuh. Sebaliknya, ketika suhu dingin, otot akan berkontraksi dan menarik testis lebih dekat ke tubuh. Akibat mekanisme tersebut, buah zakar terkadang terlihat kendur dan pada waktu lain tampak lebih kencang.

Selain itu, posisi kedua testis tidak selalu sejajar. Pada banyak pria, salah satu testis secara alami menggantung sedikit lebih rendah daripada testis lainnya. Perbedaan ini biasanya bukan masalah kesehatan selama tidak disertai nyeri, pembengkakan, benjolan, atau perubahan yang terjadi secara mendadak.

Penyebab Buah Zakar Kendur

Ada beberapa faktor yang dapat membuat skrotum tampak lebih longgar. Sebagian merupakan perubahan fisiologis normal, sedangkan sebagian lainnya berkaitan dengan gangguan medis.

1. Suhu lingkungan yang panas

Suhu merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi posisi testis. Saat tubuh berada di ruangan panas, setelah mandi air hangat, atau ketika cuaca sedang terik, otot skrotum akan berelaksasi. Akibatnya, skrotum terlihat lebih panjang dan kendur.

Respons tersebut membantu menjaga temperatur testis tetap ideal. Ketika lingkungan kembali lebih dingin, otot skrotum akan berkontraksi sehingga testis tertarik mendekati tubuh dan kantong zakar terlihat lebih rapat.

2. Pertambahan usia

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin pada kulit dapat berkurang. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat pada wajah, leher, atau lengan, tetapi juga dapat terjadi pada kulit skrotum.

Selain perubahan kulit, kekuatan otot yang membantu mengatur posisi testis juga dapat menurun secara bertahap. Oleh sebab itu, pria berusia lanjut mungkin melihat skrotumnya menggantung lebih rendah dibandingkan ketika masih muda. Selama perubahan berlangsung perlahan dan tanpa keluhan lain, kondisi ini umumnya tidak berbahaya.

3. Faktor genetik

Setiap pria memiliki bentuk, ukuran, dan tingkat kelenturan kulit skrotum yang berbeda. Sebagian orang secara alami mempunyai skrotum yang lebih panjang atau lebih longgar sejak usia muda.

Dengan demikian, tampilan buah zakar tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan orang lain. Perbedaan bentuk anatomi belum tentu menandakan adanya penyakit atau gangguan fungsi reproduksi.

4. Varikokel

Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah vena di dalam skrotum. Kondisi ini serupa dengan varises, tetapi terjadi pada pembuluh darah yang membawa darah dari testis. Varikokel lebih sering ditemukan pada sisi kiri dan dapat berkembang secara perlahan.

Sebagian penderita tidak mengalami keluhan. Namun, varikokel yang lebih besar dapat menimbulkan rasa berat, nyeri tumpul, atau kumpulan pembuluh darah yang terasa menyerupai “sekantong cacing”. Keluhan biasanya lebih jelas ketika berdiri lama dan dapat berkurang saat berbaring.

Dalam kondisi tertentu, varikokel juga dapat memengaruhi produksi sperma atau ukuran testis. Meskipun demikian, tidak semua varikokel menyebabkan masalah kesuburan atau membutuhkan operasi. Penanganannya perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dokter. Mayo Clinic

5. Hidrokel

Hidrokel terjadi ketika cairan menumpuk pada jaringan yang mengelilingi testis. Penumpukan tersebut dapat membuat salah satu atau kedua sisi skrotum terlihat membesar, menggantung lebih rendah, dan terasa berat.

Pada orang dewasa, hidrokel dapat muncul setelah peradangan, cedera, atau tanpa penyebab yang diketahui secara pasti. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan pembengkakan bukan disebabkan oleh hernia, infeksi, atau gangguan lainnya.

Hidrokel yang berukuran kecil dan tidak mengganggu mungkin hanya perlu dipantau. Sebaliknya, tindakan medis dapat dipertimbangkan apabila pembengkakan semakin besar atau menimbulkan ketidaknyamanan. Mayo Clinic

6. Hernia inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan atau sebagian usus menonjol melalui bagian otot perut yang lemah. Benjolan dapat turun menuju skrotum sehingga membuatnya tampak lebih besar dan kendur.

Biasanya, benjolan hernia semakin terlihat saat penderita berdiri, batuk, mengejan, atau mengangkat benda berat. Karena penanganannya berbeda dengan varikokel dan hidrokel, diagnosis dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pembesaran skrotum secara tepat.

7. Infeksi atau peradangan

Infeksi pada epididimis maupun testis dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, kulit kemerahan, dan rasa hangat di sekitar skrotum. Sebagian penderita juga mengalami demam, nyeri saat buang air kecil, atau keluar cairan dari penis.

Pembengkakan akibat infeksi mungkin membuat skrotum terlihat lebih turun. Namun, kondisi tersebut bukan sekadar perubahan normal sehingga membutuhkan pemeriksaan serta pengobatan sesuai penyebabnya.

Cara Mengatasi Buah Zakar Kendur

Jika skrotum yang kendur tidak disertai gejala lain, umumnya tidak diperlukan pengobatan khusus. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman:

Perlu diketahui, olahraga, pijat, suplemen, dan krim pengencang tidak terbukti dapat mengencangkan skrotum secara permanen. Bahkan, memijat bagian yang sedang nyeri atau bengkak berisiko memperparah keluhan. Oleh karena itu, pengobatan sebaiknya ditujukan pada penyebab medisnya, bukan sekadar pada penampilan skrotum.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, jika diperlukan, ultrasonografi skrotum. Selanjutnya, tindakan operasi atau prosedur lain baru dipertimbangkan apabila ditemukan varikokel, hidrokel, hernia, maupun kondisi tertentu yang menimbulkan gejala.

Pemeriksaan Buah Zakar Menggunakan BPJS Kesehatan Tahun 2026

Peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang mengalami nyeri, benjolan, pembengkakan, atau perubahan bentuk buah zakar dapat memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan pada tahun 2026 sesuai prosedur dan indikasimedis. Sebagai langkah awal, peserta biasanya mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar untuk menjalani pemeriksaan.

Apabila dokter menilai pasien membutuhkan pemeriksaan lanjutan, peserta dapat memperoleh rujukan ke rumah sakit dan dokter spesialis urologi. Pemeriksaan penunjang maupun tindakan terhadap varikokel, hidrokel, infeksi, atau hernia dapat diberikan sesuai diagnosis, kebutuhan medis, ketentuan Program JKN, dan fasilitas yang tersedia.

Namun, peserta perlu memastikan status kepesertaannya aktif dan mengikuti alur rujukan yang berlaku. Untuk kondisi gawat darurat, seperti nyeri testis hebat yang muncul secara tiba-tiba, pasien dapat langsung menuju instalasi gawat darurat. Informasi mengenai kepesertaan, lokasi fasilitas kesehatan, dan layanan administrasi juga dapat diperiksa melalui Mobile JKN atau kanal resmi BPJS Kesehatan.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Jangan menunda pemeriksaan apabila buah zakar kendur disertai salah satu tanda berikut:

Nyeri hebat yang timbul secara mendadak dapat mengarah pada torsio testis, yaitu kondisi ketika saluran penggantung testis terpelintir dan menghambat aliran darah. Keadaan ini membutuhkan pertolongan medis dalam hitungan jam. Selain itu, benjolan baru tetap harus diperiksa meskipun tidak terasa sakit karena penyebabnya tidak dapat dipastikan hanya melalui pengamatan sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *