
Jamkesnews – Benjolan di selangkangan dapat muncul akibat gangguan ringan, infeksi, hingga penyakit yang membutuhkan penanganan medis segera. Oleh karena itu, masyarakat Jawa Tengah dapat memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan Jateng untuk menjalani pemeriksaan awal di fasilitas kesehatan tingkat pertama apabila benjolan tidak kunjung menghilang, terasa nyeri, atau semakin membesar.
Selangkangan merupakan area pertemuan antara perut bagian bawah dan paha. Di wilayah ini terdapat kelenjar getah bening, pembuluh darah, jaringan lemak, otot, serta saluran reproduksi. Karena itu, benjolan yang muncul dapat berasal dari berbagai jaringan tersebut.
Ukuran dan karakter benjolan juga bisa berbeda-beda. Sebagian terasa lunak dan dapat digerakkan, sedangkan sebagian lainnya keras atau melekat pada jaringan di bawahnya. Selain itu, benjolan mungkin disertai kemerahan, demam, rasa panas, gatal, atau nyeri saat bergerak.
Meskipun tidak selalu berbahaya, benjolan di selangkangan sebaiknya tidak didiagnosis sendiri. Berikut beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebabnya.
1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan salah satu penyebab benjolan di selangkangan yang paling sering ditemukan. Kelenjar ini menjadi bagian dari sistem pertahanan tubuh dan membantu melawan virus, bakteri, serta penyebab penyakit lainnya.
Ketika terjadi infeksi pada kaki, kulit, saluran kemih, atau organ reproduksi, kelenjar getah bening di sekitar selangkangan dapat membesar. Benjolan biasanya terasa lunak, sedikit nyeri saat disentuh, dan bisa muncul pada satu atau kedua sisi.
Selain benjolan, penderita mungkin mengalami demam, tubuh lemas, atau nyeri pada area yang mengalami infeksi. Pembengkakan umumnya berkurang setelah penyebab infeksi ditangani. Namun, pemeriksaan tetap diperlukan apabila benjolan bertahan selama beberapa minggu atau terus membesar.
2. Limfoma
Pada kondisi tertentu, pembesaran kelenjar getah bening dapat berkaitan dengan limfoma, yaitu kanker yang berkembang pada sistem limfatik. Berbeda dengan pembengkakan akibat infeksi, benjolan karena limfoma sering kali tidak terasa nyeri.
Pembengkakan dapat muncul di selangkangan, leher, ataupun ketiak. Sementara itu, gejala lain yang perlu diwaspadai meliputi:
- Demam yang berulang tanpa penyebab jelas.
- Keringat berlebihan pada malam hari.
- Berat badan turun tanpa direncanakan.
- Tubuh mudah lelah.
- Gatal berkepanjangan.
- Sesak napas atau batuk yang tidak membaik.
Munculnya gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang menderita kanker. Akan tetapi, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya melalui pemeriksaan fisik, tes darah, pencitraan, atau biopsi bila dibutuhkan.
3. Hernia Inguinal atau Femoral
Hernia terjadi ketika jaringan dari dalam perut, seperti usus, menonjol melalui bagian otot yang lemah. Kondisi ini dapat menghasilkan benjolan di selangkangan yang terlihat semakin jelas ketika penderita berdiri, batuk, mengejan, atau mengangkat benda berat.
Hernia inguinal lebih umum terjadi pada pria. Sementara itu, hernia femoral lebih sering ditemukan pada wanita, meskipun siapa pun tetap dapat mengalaminya.
Benjolan hernia dapat mengecil saat penderita berbaring. Namun, jika jaringan yang menonjol terjepit dan aliran darahnya terganggu, keadaan tersebut menjadi kondisi darurat. Segera pergi ke instalasi gawat darurat apabila benjolan terasa sangat sakit, berubah warna, mengeras, tidak dapat didorong kembali, atau disertai muntah dan perut kembung.
4. Abses Kulit
Abses adalah kumpulan nanah yang terbentuk akibat infeksi. Benjolan abses biasanya terasa nyeri, hangat, berwarna merah, dan dapat semakin besar dalam beberapa hari. Beberapa orang juga mengalami demam atau menggigil.
Risiko abses dapat meningkat akibat luka pada kulit, kebiasaan mencukur bulu kemaluan, gesekan pakaian, kebersihan yang kurang terjaga, atau gangguan daya tahan tubuh.
Jangan memencet atau menusuk benjolan sendiri karena tindakan tersebut dapat memperluas infeksi. Dokter mungkin perlu mengeluarkan nanah melalui prosedur medis. Selanjutnya, antibiotik dapat diberikan apabila terdapat indikasi infeksi bakteri yang lebih luas.
5. Kista
Kista merupakan kantong berisi cairan, udara, atau bahan lain yang terbentuk di bawah kulit. Pada area selangkangan, kista dapat muncul akibat penyumbatan saluran kulit, peradangan, infeksi, maupun pertumbuhan jaringan tertentu.
Umumnya, kista jinak memiliki bentuk bulat, tumbuh perlahan, dan terasa kenyal. Namun, kista dapat meradang sehingga menjadi merah, membesar, serta terasa nyeri.
Kista berukuran kecil yang tidak menimbulkan keluhan mungkin hanya perlu dipantau. Sebaliknya, apabila ukurannya terus bertambah, mengalami infeksi, atau mengganggu aktivitas, dokter dapat menyarankan pemberian obat, pengeluaran isi kista, ataupun tindakan pengangkatan.
6. Penyakit Menular Seksual
Beberapa infeksi menular seksual dapat menyebabkan benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan. Kondisi yang mungkin berkaitan antara lain sifilis, herpes genital, gonore, klamidia, dan HIV.
Selain benjolan, gejala yang dapat muncul meliputi luka pada kelamin, ruam, nyeri saat buang air kecil, cairan tidak normal dari vagina atau penis, serta rasa sakit ketika berhubungan seksual. Meskipun demikian, sejumlah infeksi dapat berlangsung tanpa gejala.
Oleh sebab itu, orang yang memiliki faktor risiko sebaiknya menjalani pemeriksaan medis. Hindari mengonsumsi antibiotik tanpa resep karena jenis pengobatan harus disesuaikan dengan penyebab infeksinya.
7. Saphena Varix
Saphena varix merupakan pelebaran bagian pembuluh vena safena di dekat pertemuannya dengan vena femoralis. Kondisi ini tergolong jarang, tetapi benjolannya dapat menyerupai hernia.
Benjolan biasanya terasa lunak, berwarna kebiruan, dan dapat menghilang atau mengecil ketika penderita berbaring. Selain itu, ukurannya mungkin membesar ketika berdiri atau batuk.
Saphena varix lebih berisiko dialami orang dengan riwayat varises. Untuk membedakannya dari hernia atau kelainan lain, dokter dapat melakukan ultrasonografi Doppler guna menilai aliran darah di dalam pembuluh.
8. Pelebaran Pembuluh Darah
Kelainan pada pembuluh darah juga dapat menimbulkan benjolan di sekitar pangkal paha. Salah satunya adalah aneurisma arteri femoralis, yaitu pelebaran arteri akibat melemahnya dinding pembuluh darah.
Benjolan akibat aneurisma dapat terasa berdenyut mengikuti detak jantung. Keluhan lain yang mungkin menyertai adalah nyeri pangkal paha, kaki terasa dingin, kesemutan, atau perubahan warna kulit.
Benjolan yang berdenyut tidak boleh dipijat atau ditekan kuat karena berisiko menimbulkan komplikasi serius. Penderita perlu segera mendapatkan pemeriksaan dokter, terutama apabila muncul nyeri hebat secara tiba-tiba.
9. Hidrokel
Hidrokel terjadi ketika cairan terkumpul pada selaput yang menyelubungi testis sehingga kantong zakar tampak membesar. Kelainan ini sering ditemukan pada bayi laki-laki, tetapi dapat pula dialami pria dewasa, misalnya setelah mengalami cedera, infeksi, atau proses peradangan.
Pembengkakan umumnya terasa lunak dan tidak menimbulkan nyeri. Namun, ukurannya dapat bertambah serta menimbulkan rasa berat atau tidak nyaman. Pada kasus tertentu, tonjolan dapat terlihat sampai ke area selangkangan.
Walaupun jarang, wanita dapat mengalami kista pada saluran yang berkaitan dengan perkembangan area selangkangan, yang dikenal sebagai hidrokel kanal Nuck. Pemeriksaan dokter diperlukan karena bentuknya dapat menyerupai hernia atau benjolan lainnya.
Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?
Dokter akan menanyakan waktu munculnya benjolan, perubahan ukuran, rasa sakit, sertagejala lain yang menyertai. Setelah itu, pemeriksaan fisik dilakukan untuk menilai lokasi, tekstur, warna, pergerakan, dan ada tidaknya denyutan pada benjolan.
Apabila penyebabnya belum dapat dipastikan, dokter mungkin merekomendasikan beberapa pemeriksaan berikut:
- Tes darah.
- Pemeriksaan urine.
- Tes infeksi menular seksual.
- Ultrasonografi atau USG.
- CT scan atau MRI.
- Ultrasonografi Doppler pembuluh darah.
- Biopsi jaringan.
Pemilihan pemeriksaan akan disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Oleh karena itu, tidak semua benjolan membutuhkan biopsi atau pemindaian lanjutan.
Penanganan Benjolan di Selangkangan
Cara menghilangkan benjolan di selangkangan bergantung pada penyebabnya. Infeksi bakteri dapat ditangani menggunakan antibiotik berdasarkan resep dokter. Sementara itu, abses mungkin membutuhkan tindakan untuk mengeluarkan nanah.
Hernia yang berisiko menimbulkan komplikasi biasanya ditangani melalui operasi. Adapun gangguan pembuluh darah memerlukan pemeriksaan dokter spesialis untuk menentukan terapi yang aman. Jika benjolan disebabkan oleh kanker, pengobatan dapat mencakup kemoterapi, radioterapi, imunoterapi, atau metode lain sesuai jenis dan stadium penyakit.
Peserta JKN di Jawa Tengah dapat memulai pemeriksaan di puskesmas, klinik, atau dokter perorangan yang terdaftar sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jika terdapat indikasi medis, pasien dapat dirujuk ke rumah sakit sesuai prosedur pelayanan JKN. Nomor antrean FKTP maupun fasilitas kesehatan rujukan juga dapat diambil melalui aplikasi Mobile JKN. Dalam keadaan gawat darurat, pasien dapat langsung menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Jangan menunda pemeriksaan apabila benjolan di selangkangan:
- Tumbuh dengan cepat atau tidak mengecil.
- Terasa keras dan sulit digerakkan.
- Menimbulkan rasa sakit berat.
- Terlihat merah, panas, atau mengeluarkan nanah.
- Berdenyut mengikuti detak jantung.
- Disertai demam berkepanjangan.
- Diikuti penurunan berat badan tanpa sebab.
- Disertai muntah, perut kembung, atau sulit buang air besar.
- Mengalami perubahan warna menjadi merah gelap atau keunguan.
Pada akhirnya, tidak semua benjolan di selangkangan menandakan penyakit berbahaya. Namun, bentuk benjolan saja tidak cukup untuk menentukan penyebabnya. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan diagnosis yang tepat sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.